Sortify Series 1 - Ngebangun Tempat Sampah AI

August 11, 2026 (1d ago) · 2 min read

Hello, ebi di sini.

Di tulisan ini, gw pengen berbagi cerita tentang sebuah project tempat sampah yang bisa memilah sampah secara otomatis menggunakan AI, yang gw kasih nama Sortify.


Kenapa gw ngebuat Sortify?

Permasalahan soal sampah selain berkaitan dengan jumlah sampah yang dihasilin, juga berkaitan dengan gimana sampah tersebut dikelola dari awal. Salah satu bagian penting dari pengelolaan sampah yaitu proses pemilahan.

Pada praktiknya, pemilahan sampah masih menghadapi tantangan. Menurut penelitian Hong Mei Liu, Huping Shang, dan Jianglong Yu dari Nankai University, dan Tianjin University (2025) menunjukan bahwa efektivitas pemilahan sampah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan eksternal serta perilaku individu. Hal ini menunjukan bahwa meningkatkan efektivitas pemilahan sampah bukan sekadar menyediakan tempat sampah dengan kategori berbeda, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana proses pemilahan tersebut dapat dilakukan secara konsisten.

Nah, dari permasalahan tersebut muncul sebuah pertanyaan sederhana di benak gw:

"sekarang kan zaman AI, gimana kalo ada tempat sampah AI yang bisa ngenalin jenis sampahnya sendiri?"

Pertanyaan itu jadi makin menarik ketika saya melihat ada postingan dari ig BAPPERIDA Karawang tentang adanya Pekan Riset dan Inovasi Daerah 2026 (PERIODA). Jiwa kompetitif gw ngerasa terpanggil, hehehe.

Dari sinilah muncul Sortify.

Sortify


Segitu dulu yaa temen-temen.

Di artikel pertama series Sortify ini gw cuma mau ngebahas alasan gw ngebuat sorify, mungkin di tulisan berikutnya gw baru mulai masuk ke satu bagian paling penting di project AI yaitu ngumpulin dataset sampah biar Sortify AI belajar mengenali sampah. See yaa, makasih udah baca sampe abis


Source

  • ScienceDirect - Why waste sorting implementation remains ineffective: A theoretical analysis based on the generation process of waste sorting behavior in China

- Febrian Eka Putra